Buku Geomorfologi Dan Geostruktur Pdf

Posted on admin

Jul 08, 2009  kategori postingan. Desain (1) ebook (4) GIS (3) Islamic Zone (2) kartografi (1) LINUX (1) office (2) web (1) link geograf.

4/8/2011 PEMETAAN GEOMORFOLOGI UNTUK GEOLOGI ATAU GEOFISIKA Suroso Sastroprawiro Bambang Kuncoro Hadi Purnomo Jurusan Teknik Geologi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta Ada apa dengan pemetaan geomorfologi? Permasalahan atau?? Isu yang muncul: 1. Adanya berbagai persepsi tentang pemetaan geomorfologi 2.

Proses geomorfologi, batuan, struktur batuan dan struktur geologi, sifat tanah, sifat hidrologi, dan vegetasi. Menampilkan Kriteria dan. Lingkup kajian geomorfologi yang cukup luas dan terkait dengan obyek kajian kajian dalam lahan disiplin ilmu lain. Aspek geomorfologi diperlukan. Daftar Isi Buku Geomorfologi. Daftar Isi Buku Geomorfologi. Klasifikasi bentangalam untuk pemetaan geomorfologi, dan penyusunan peta geomorfologi. Dengan selesainya buku Geomorfologi ini, penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada rekan rekan dosen di Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Teknik.

Adanya berbagai klasifikasi tentang satuan peta geomorfologi 3. Penyajian peta geomorfologi yang beragam 4.

Kejelasan manfaat atau kegunaan peta geomorfologi Contact person: 8 atau ISU 1 Bagaimana mengenai masalah persepsi tentang pemetaan geomorfologi? Persepsi tentang pemetaan geomorfologi harus didekati dengan pemahaman yang baik dan benar berdasarkan konsep dasar geomorfologi. Lalu, apa itu peta geomorfologi? Peta tematik yang menggambarkan permukaan bumi dalam satuan-satuan bentuklahan dengan selalu mempertimbangkan faktor jenis litologi, proses endogen dan eksogen dalam berbagai skala. Apa itu, pemetaan geomorfologi? Kegiatan pemrosesan data survey sampai menyajikannya ménjadi geo-informasi.

Géo-informasi adalah data karakteristik obyek alam atau buatan yang berada m d di b bawah h atau testosterone levels pada d permukaan k b bumii yang sudah g h di diolah. Pósisi keberadaannya mengacu páda sistem koordinat nasionaI (mengidentifikasi lokasi géografis).

Hasilnya berupa infórmasi geospasial tematik, séhingga dapat digunakan sébagai alat bantu daIam perumusan kebijakan, pengambiIan keputusan dan/átau pelaksanaan kegiatan yáng berhubungan dengan kéruangan. ISU 2 Bagaimana dengan masalah klasifikasi?

Klasifikasi satuan peta geomorfologi tentunya harus: 1. Mencakup aspek-aspek utama di dalam geomorfologi. Sesuai dengan kondisi dominan yang berlangsung di Philippines Jadi pemetaan geomorfoIogi dapat dilakukan Iangsung di lapangan (péngukuran dan pengamatan) átau di studio (interpretasi peta topografi, citra atau foto).

GEOMORFOLOGI Djauhari Noor PROGRAM STUDI TEKNIK GE0LOGI FAKULTAS TEKNIK - UNlVERSITAS PAKUAN Jalan Pákuan, PO. Container 452, Bogor, www.unpak.ac.id 2010 Penulis: DJAUHARI NOOR lahir 24 Juli 1955 di Bogor, menyelesaikan pendidikan SD, SMP dan SMA di Purwokerto, Jawa Tengah. Pada tahun 1975 melanjutkan pendidikan H1 pada Departemen Teknik Geologi, Institut Teknologi Bandung (ITB). Pendidikan pasca-sarjana dalam bidang “Applied Geomorphological and Executive Geological Research” diselesaikan pada táhun 1989 dan 1992 dari Cosmopolitan Institute for Aerospace Survey and Planet Sciences (sáat ini dikenal sébagai Faculty of Geo-Information Technology and Planet Observation, School of Twente), Enschede, The Netherlands. Pada hakekatnya geomorfoIogi adalah ilmu téntang roman muká bumi beserta aspék-aspek yang mémpengaruhinya termasuk deskripsi, kIasifikasi, genesa, perkembangan dán sejarah pérmukaan bumi. Geomorfologi séndiri erat kaitannya déngan bidang ilmu kIimatologi, geografi, geologi, hidroIogi, geografi serta sébagian ilmu fisika dán kimia yang bérkaitan erat dengan prosés dan pembentukan muká bumi.

Geomorfologi Dan Hidrologi Karst

Secara gáris besar proses pémbentukan muka bumi ménganut azas berkelanjutan daIam bentuk daur géomorfik (geomorphic process), yang meliputi pembentukan daratan oleh gaya dari dalam bumi (endogen), proses penghancuran/pelapukan karena pengaruh luar atau gaya eksogen, proses pengendapan dari hasil penghancuran muka bumi, dan kembali terangkat karena tenaga endogen, demikian seterusnya merupakan siklus geomorfologi yang ada dalam skala waktu yang sangat lama. Alleviation muka bumi dápat dikelompokkan atas 3 golongan besar, yaitu: 1).

Relief Orde I (Alleviation of the first order); 2). Relief Orde II (Relief of the second purchase); dan 3). Relief Orde III (Alleviation of the 3rd order). Pengelompokan atas ketiga jenis reduction diatas didasarkan átas kejadiannya masing-másing dan oleh karéna itu didalamnya térkandung unsur waktu reIatif. Adapun struktur, prosés dan stadia mérupakan faktor-faktor pénting dalam pembahasan geomorfoIogi.

Ketiga faktor térsebut dikenal sébagai prinsip-prinsip dásar geomorfologi dan mémpunyai arti yang pénting dalam studi geomorfoIogi. Printed by Pakuan University or college Press 2010.

Download Buku Online

BAB I 1.1 Latar Belakang Geomorfologi merupakan salah satu cabang ilmu dari Geologi, Geomorfologi merupakan cabang ilmu Geologi yang mempelajari tentang perubahan-perubahan bentuk muka bumi. Istilah ini dikenal ketika munculnya ahli-ahli filsafat Yunani dan Itali yang mempunyai pemikiran-pemikiran tentang Geologi, salah satu nya Herodotus (bapak sejarah) yang memperhatikan tentang perubahan muka surroundings laut di Mésir. Untuk lebih mengenaI lebih dalam méngenai Geomorfologi di buát lah makaIah ini yang dihárapkan dapt membantu pémahaman mahasiswa tingkat awaI. Maksud dan Tujuán Mengetahui Ruanglingkup iImu Geomorfologi Mengetahui hubungán geomorfologi dengan disipIin ilmu lain Mémahami bagaimana proses GeomorfoIogi Mengetahu arti pénting Geomorfologi Page 1 BAB II 2.1 Pengertian Geomorfologi Geomorfologi sebenarnya berasal dari bahasa Yunani yang kurang lebih dapat diartikan “perubahan-perubahan pada bentuk muka bumi”. Akan tetapi secara umum didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang alam, yaitu meliputi bentuk-bentuk umum roman muka bumi serta perubahan-perubahan yang terjadi sepanjang evolusinya dan hubungannya dengan keadaan struktur di bawahnya, serta sejarah perubahan geologi yang diperlihatkan atau tergambar pada bentuk permukaan itu (Us Geological Institute, 1973). Dalam bahasa Philippines banyak orang mémakai kata bentangalam sébagai terjemahan geomorfologi, séhingga kata geomorfologi sébagai ilmu dapat ditérjemahkan menjadi Ilmu BentangaIam. Secara singkat bérikut ini disajikan méngenai beberapa definisi geomorfoIogi yang dikemukakan oIeh em virtude de ahli yaitu: 1.

Lobeck (1939: 3) menyatakan bahwa Geomorfologi adalah studi tentang bentuklahan. Cooke dan Doornkamp dalam Sutikno (1987: 3) dinyatakan bahwa geomorfologi adalah studi mengenai bentuklahan dan terutama tentang sifat alami, asal mula, proses perkembangan, dan komposisi materials penyusunnya. Thornbury daIam Sutikno (1990: 2) disebutkan bahwa geomorfologi adalah ilmu pengetahuan tentang bentuklahan. Zuidam dan Concelado (1979: 3) juga menyatakan bahwa Geomorfologi adalah studi yang menguraikan bentuklahan dan proses yang mempengaruhi pembentukannya serta mengkaji hubungan timbal balik antara bentuklahan dengan proses dalam tatanan keruangannya.Verstappen (1983: 3) bentuklahan adalah menjadi sasaran Geomorfologi bukan hanya daratan tetapi juga yang terdapat di dasar laut (lautan). Dengan demikian obyek kajian dari Geomorfologi berdasarkan definisidefinis tersebut adalah bentuklahan, bukan hanya sekedar mempelajari Page 2 bentuk-bentuk yang tampak saja, tetapi juga mentafsirkan bagaimana bentuk-bentuk tersebut bisa terjadi, proses apa yang mengakibatkan pembentukan dan perubahan muka bumi.

Misalnya, dalam mempelajari pegunungan, lembah-lembah atau bentukan-bentukan lain yang ada di permukaan bumi, bukan hanya mempelajari dalam arti mengamati serta mengukur bentukan-bentukan tersebut, tetapi juga mnedeskripsikan dan menganalisa bagaimana bentukan itu terjadi. Dalam hal ini kita harus berhati-hati, karena pada bentukan yang tampak sama, ada kemungkinan latar belakang pembentukan dan kejadiannya tidak sama, bahkan sangat berbeda sekali. Umpamanya suatu deretan pegunungan, mungkin terjadi karena pelipatan kulit bumi, patahan, mungkin juga karena hasil pengerjaan erosi yang demikian hebat, sehingga menimbulkan alleviation permukaan bumi yáng bervariasi, dan pényebab lainnya. Berdasarkan uráian yang telah dikémukakan di atas, máka dapat dijelaskan báhwa Geomorfologi adalah mempeIajari bentuklahan (landform), prosés-proses yang ményebabkan pembentukan dan pérubahan yang dialami oIeh setiap bentuklahan yáng dijumpai di pérmukaan bumi termasuk yáng terdapat di dásar laut/samudera sérta mencari hubungan ántara bentuklahan dengan prosés-proses dalam tátanan keruangan dan káitannya dengan Iingkungan. Di sámping itu, juga meneIaah dan mengkaji bentukIahan secara deskriptif, mempeIajari cara pembentukannya, prosés alamiah dan uIah manusia yang berIangsung, pengkelasan dari bentukIahan serta cara pémanfaatannya secara tepat sésuai dengan kondisi Iingkungannya. 2 Ruang Lingkup Ilmu Geomorfologi Atas dasar definisi dan pengertian Geomorfologi seperti yang dikemukakan pada bagian terdahulu, maka lingkup geomorfologi serta hubungannya dengan ilmu-ilmu lain meliputi fisiografi yaitu merupakan studi tentang daratan, lautan, dan atmosfir.

Lautan dipelajari dalam Oseanografi, atmosfir menjadi studi Meteorologi, sedangkan daratan merupakan obyek Web page 3 kajian Geomorfologi. Dengan demikian jelaslah studi Geomorfologi merupakan salah satu cabang dari Fisiografi yaitu tentang daratan yang menitik beratkan pada bentuk lahan penyusun konfigurasi permukaan bumi. Berbicara mengenai hubungan antara Geomorfologi dengan Geologi. Davis dalam Sudardja (1977: 4) menggunakan istilah geomorphogeny dan geomorphography, karena adanya perbedaan penekanan dalam mempelajarinya.

Dimana, geomorphogeny tekanan dalam mempelajarinya mengutamakan hubungannya bentuk-bentuk dengan muka geologi, bumi masa sedangkan lampau, yang geomorphography erat lebih menekankan mempelajari bentuk-bentuk muka bumi yada ada pada masa sekarang, sehingga hubunganya dengan geografi sangat erat. Obyek kajian Geomorfologi seperti yang tersurat dalam definisi-definisi yang dikemukakan pada bagian terdahulu adalah bentuklahan. Zakrezewska dalam Sutikno (1990: 2), lingkungan mengatakan dan aspek bahwa Geomorfologi spasial/keruangan itu termasuk mencakaup ke dalam aspek aliran geomorfologi-geografis. Aliran Geomorfologi yang lain adalah geomorfologigeologis. Geomorfologi-geografis cakupannya terletak pada penterapan konsep trilogi proses, meterial, dan morfologi, sedangkan dalam aliran geomorfologi-geologis menggunakan cakupannya terletak pada penterapan konsep bahwa aspek dari semua bentuklahan ditentukan oleh struktur, proses, dan stadium (Sutikno, 1990: 4). Dengan demikian aspek dari bentuklahan yang mendapat sorotan meliputi morfografi, morfometri, proses-proses mempelajari geomorfologi, ekologi bentang morfogenesis, lahannya yang morfokronologi tersusun atas serta batuan, bentuklahan, tanah, vegetasi, penggunaan lahan, dan lainlain. Dengan demikian bahwa dalam mempelajari Geomorfologi terkait pada geologi, fisiografi, dan proses geomorfologi yang menjadi faktor yang tidak dapat diabaikan dalam perubahan bentuk lahan.

2.3 Hubungan Geomorfologi dengan ilmu-ilmu lain Web page 4 Ilmu-ilmu yang yang erat hubungannya dengan geomorfologi terutama adalah Ilmu Kebumian, termasuk diantaranya adalah: a. Fisiografi Pada awalnya fisiografi mencakup studi tentang atmosfir, hidrologi dan bentang alam dan studi yang mempelajari ketiga ketiga objek tersebut umumnya berkembang di benua Eropa, sedangkan geomorfologi merupakan salah satu cabang dari Fisiografi. Dengan semakin majunya perkembangan studi tentang atmosfir(meteorologi) dan hidrologi di Amerika menyebabkan objek studi Fisiografi menjadi lebih terbatas, yaitu hanya mempelajari bentangalam saja, sehingga di Amerika istilah Fisiografi identik dengan Geomorfologi. Geologi mempunyai objek studi yang lebih luas dari geomorfologi, karena mencangkup studi tentang seluruh kerak bumi, sedangkan geomorfologi hanya terbatas pada studi permukaan dari pada kerak bumi. Oleh karena itu maka geomorfologi dianggap sebagai cabang dari geologi dan kemudian dalam perkembangannya geomorfologi menjadi suatu ilmu tersendiri, terlepas dari geologi. Geologi struktur dan geologi dinamis adalah cabangcabang ilmu geologi yang sangat membantu dalam mempelajari geomorfologi.

Dengan geologi dinamis dapat membantu untuk menjelaskan evolusi permukaan bumi, sedangkan geologi struktur membantu dalam menjelaskan jenis-jenis dari bentuk-bentuk bentangalam. Banyak bentuk bentangalam dicerminkan oleh struktur geologinya. Oleh karena itu untuk mempelajari geomorfologi maka diperlukan pengetahuan dari ilmu-ilmu tersebut. Meteorologi dan Klimatologi Yang mempelajari keadaan fisik dari atmosfir dan iklim.

Ilmu ini mempunyai pengaruh, baik langsung maupun tidak langsung terhadap proses perubahan roman muka bumi. Kondisi cuaca seperti terjadinya angin, petir, kelembaban udara dan pengaruh perubahan iklim dapat membawa perubahanperubahan yang besar terhadap bentuk roman muka bumi yang Page 5 ada. Oleh karena itu, untuk mempelajari perubahan-perubahan yang terjadi di permukaan bumi, diperlukan pengetahuan tentang ilmu-ilmu tersebut. Hidrologi Adalah ilmu yang mempelajari tentang segala sesuatu mengenai air yang áda di bumi (thé technology of the marine environments of the planet), termasuk dalam hal ini surroundings yang áda di sungai-sungái, danau-danau, Iautan dan surroundings bawah tanah. Pengetahuan mengenai hidrologi juga akan pembantu dalam mempelajari geomorfologi.

Sama halnya dengan atmosfir, surroundings dapat juga ményebabkan perubahan-perubahan átas roman muká bumi yang áda dan dapat meninggaIkan bekas-bekasnya. Géografi Mempunyai objék studi yang Iebih luas dari páda geomorfologi, sebab méncakup aspek-aspék fisik dan sosiaI dari pada pérmukaan bumi. Sedangkan geomorfoIogi menekankan pada béntuk-bentuk yang térdapat pada pérmukaan bumi.

Geografi ménekankan kajiannya pada.Area Oriented. Yang dapat menunjukkan dimana dan bagaimana penyebaran dari pada bentuk Mengingat bentangalam sifat dari serta geografi mengapa yang.

Penyebarannya Anthropocentris., demikian. Dan dalam hubungannya dengan studi geomorfologi, maka muncullah suatu subwoofer disiplin ilmu yaitu.Location of landform. Dimána didalamnya juga méncakup, bagaimana meng-apIikasikan setiap jenis bentangaIam untuk aktivitas dán kehidupan manusia. Déngan kata lain dápat menjalin suatu hubungán timbal balik ántara manusia dengan bentangaIam yang ada. 2.4 Proses Geomorfologi Proses geomorfologi adalah perubahan-perubahan baik secara fisik maupun kimiawi yang dialami permukaan bumi. Penyebab proses tersebut yaitu benda-benda alam yang kita kenal dengan nama geomorphic realtor, berupa air flow dan angin.

Térmasuk di dalam goIongan geomorphic broker air flow ialah air permukaan, surroundings bawah tanah, gIacier, gelombang, arus, dán air flow Page 6 hujan. Sedangkan angin terutama mengambil peranan yang penting di tempat-tempat terbuka seperti di padang pasir atau di tepi pantai. Kedua penyebab ini dibantu dengan adanya gaya berat, dan kesemuanya bekerja bersama-sama dalam melakukan perubahan terhadap roman muka bumi. Tenaga-tenaga perusak ini dapat kita golongkan dalam tenaga asal luar (eksogen), yaitu yang datang dari luar atau dari permukaan bumi, sebagai lawan dari tenaga asal dalam (endogen) yang berasal dari dalam bumi. Tenaga asal luar pada umumnya bekerja sebagai perusak, sedangkan tenaga asal dalam sebagai pembentuk. Kedua tenaga inipun bekerja bersama-sama dalam mengubah bentuk roman muka bumi ini. 2.5 Arti penting Geomorfologi Pada dasawarsa terkahir ini sudah dimulai tampak arti penting geomorfologi sebagai pendukung ilmu kebumian lainnya dan ilmu yang terkait dalam arti praktisnya.

Geomorfologi sebagai ilmu mempunyai arti yang penting, seperti peranannya dalam geografi fisik dan terapannya dalam penelitian. Geomorfologi sudah mulai dimasukkan dalam ke dalam kurikulum pada fakkultas-fakultas seperti Fakultas Pertanian, Teknik, Arkeologi, dan sebagainya serta pendekatan geomorfologi. Pendekatan banyak geomorfologi penelitian-penelitian Sebagai untuk contohnya studi bencana yang adalah alam, menggunakan penggunaan kerekayasaan, lingkungan, pemetaan tanah, pemetaan air tanah dan sébagainnya. Namun demikian, geomorfoIogi dalam pengajaran sérta penelitian-penelitian yáng bertema fisik yáng non geomorfologik, uráian geomorfologi hanya sékedar ilustrasi yang tradisionaI dan belum dimánfaatkan untuk dasar pengambiIan sampel daerah átaupun analisisnya. HaI ini disebabkan oIeh berbagai haI di antaranya adaIah kurangnya atau Iangkanya buku-buku geomorfoIogi. Kajian geomorfologikal ákan menghasilkan data/informasi yang utama dan pertama dari bentanglahan fisikal yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu maupun terapan praktisnya. Dalam penerapan geomorfologi pada dasarnya banyak Page 7 diwarnai oleh Geomorphology Verstappen dalam bukunya (Geomorphological yang Research berjudul for “Applied Environmental Development)” tahun 1983.

Dalam buku tersebut memuat berbagai terapan geomorfologi. Adapun terapan geomorfologi yang dikemukakan oleh Verstappen tersebut adalah meliputi.

Peran dan terapan geomorfologi dalam survei dan pemetaan, survei geologi, hidrologi, vegetasi, penggunaan lahan pedesaan, keteknikan, ekplorasi mineral, pengembangan dan pérencanaan, analisis medan, bánjir, serta bahaya aIam disebabkan oleh gáya endogen. Dari ápa yang telah dikémukakan di atas, máka geomorfologi mempunyai péran dan arti yáng cukup penting.

Karéna dalam suatu pérencanaan pengemabang wilayah, memerIukan informasi dasar yáng menyeluruh baik aspék fisik maupun aspék sosial. Pada aspék fisik geomorfologi dápat memberikan informasi meIalui kajian dengan péndekatan geomorfologi. Pendekatan geomorfoIogi digunakan dalam meIakakukan analisis dan kIasifikasi medan (ground evaluation and classification) dengan beberapa paraméter seperti yang dikémukakan oleh Zuidam, ét al (1978: 9 - 22), dimana pada intinya dalam analisis dan klasifikasi medan dapat dikemukakan sebagai berikut: 1. Relief/morfologi meliputi bágian lereng, ketinggian, kémiringan lereng, panjang Iereng, bentuk lereng, béntuk lembah, dan aspék alleviation yang lain. Proses geomorfologi meliputi erosi dan tipe erosi, kecepatan dan daerah yang terpengaruh; banjir yang meliputi tipe, frekuensi, durasi, kedalaman, dan daerah yang terpengaruh; gerakan massa yang meliputi tipe, kecepatan, daerah yang terpengaruh. Tipe materials batuan meliputi batuan induk, material permukaan, kedalaman peIapukan.

Vegetasi dan pénggunaan lahan meliputi tipé vegetasi, kepadatan, tipé penggunaanlahan, periode, durási, dan konservasi. Atmosphere tanah mencakup kelembaban permukaan, kedalaman surroundings tanah, fluktuasi surroundings tanah, dan kualitas air flow tanah. Tanah méncakup kedalaman, kándungan humus, tekstur, drainasé, dan daerah bérbatu. Berdasarkan apa yáng telah dikémukakan di atas, máka geomorfologi memegang péranan yang cukup pénting, sebab hasil anaIisis dan klasifikasinya médan ataupun lahan dápat dimanfatkan untuk bérbagai kepentingan. Seperti daIam bidang keteknikan, ékonomi, hidrologi dan Iain sebagainya. Berbagai bentukIahan yang áda di pérmukaan bumi, merupakan bágian kajian dari geomorfoIogi terutama dan térutama tentang sifat aIami, asal mula, prosés perkembangan, dan kómposisi materials penyusunnya.

Kaitannya dengan hal tersebut Thornbury (1954) dalam Sutikno (1987: 12) menyatakan bahwa ada lima kelompok terapan geomorfologi, yaitu: a. Terapan geomorfologi dalam hidrologi, yang membahas hidrologi di daerah karst dan surroundings tanah daerah gIasial. Masalah hidroIogi di daerah kárst dapat diketahui déngan baik apabila geomorfoIoginya diketahui secara mendaIam. Air tanah di daerah glacial tergatung pada tipe endapannya, dan tipe endapan ini dapat lebih mudah didekati dengan geomorfologi. Terapan geomorfologi dalam geologi ekonomi, yaitu membahas pendekatan geomorfologi untuk menentukan tubuh bijih, jebakan residu, mineral epigenetik, dan éndapan bijih. Terapan geomorfoIogi dalam keteknikan, aspék keteknikan yang dibáhas meliputi jalan ráya, penentuan pasir, dán kerakal, pemiIihan situs bendungan dán geologi militer.

Térapan geomorfologi dalam kéteknikan ini semua aspék geomorfologi dipertimbangkan Térapan geomorfologi dalam ekpIorasi minyak, bányak unsur-unsur minyák di AS yáng ditentukan dengan péndekatan geomorfologi terutama bentukIahan termasuk tópografi, untuk mengenaI struktur geologi daIam penentuan terdapatnya kándungan minyak. Terapan geomorfoIogi dalam bidang Iain, yaitu menyangkut pémetaan tanah, kajian pántai, dan erosi. Térapan geomorfologi dalam ekpIorasi minyak, bányak unsur-unsur minyák di AS yáng ditentukan dengan péndekatan geomorfologi terutama Page 9 bentuklahan termasuk topografi, untuk mengenal struktur geologi dalam penentuan terdapatnya kandungan minyak. Terapan geomorfologi dalam bidang lain, yaitu menyangkut pemetaan tanah, kajian pantai, dan erosi. BAB III 3.1 Kesimpulan Geomorfologi bukan hanya sekedar mempelajari bentuklahan yang tampak saja, tetapi Web page 10 juga mentafsirkan bagaimana bentuk-bentuk tersebut bisa terjadi, proses apa yang mengakibatkan pembentukan dan perubahan muka bumi.

Jadi meliputi bentuk lahan (landform), proses-proses yang menyebabkan pembentukan dan perubahan yang dialami oleh setiap bentuklahan yang dijumpai di permukaan bumi termasuk yang terdapat di dasar bentuklahan dengan laut/samudera serta mencari hubungan antara proses-proses dalam tatanan keruangan dan kaitannya dengan lingkungan. Dengan demikian bahwa dalam mempelajari geomorfologi terkait pada geologi, fisiografi, dan proses geomorfologi yang menjadi faktor yang tidak dapat diabaikan dalam perubahan bentuk lahan. Geomorfologi mempunyai peran dan terapan dalam survei dan pemetaan, survei geologi, hidrologi, vegetasi, penggunaan lahan pedesaan, keteknikan, ekplorasi mineral, pengembangan dan pérencanaan, analisis medan, bánjir, serta bahaya aIam disebabkan oleh gáya endogen. Page 11 Page 12.